Tampilkan postingan dengan label penyakit mers. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyakit mers. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Juni 2015

Seorang Pengusaha KorSel yang pergi ke Timur Tengah diduga sebagai Penyebab Tersebarnya Virus MERS di KorSel


Semua berawal dari seorang pria berusia 68 tahun yang mengaku punya perusahaan alat pertanian di Bahrain dan belum lama mengunjungi perusahaan miliknya. Lalu ia kembali ke Seoul dan delapan hari kemudian mengalami batuk disertai bersin-bersin. Kemudian dia dirawat di sebuah rumah sakit yang treletak di daerah Pyeongtaek. Karena tidak menyadari kalau pria tersebut menderita penyakit menular, perawat menaruhnya di ruangan bersama pasien lain. Tidak lama setelah pria itu dirawat, 35 orang di rumah sakit tersebut merasakan gejala seperti yang dialaminya. Karena minimnya pengetahuan soal MERS, tenaga medis di rumah sakit itu tetap tidak mengisolasinya dan justru memulangkannya karena Bahrain, negara yang dikunjungi oleh pria tersebut bukanlah negara yang sedang dijangkiti MERS. Namun belakangan diketahui dia juga pernah pergi ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab yang merupakan kawasan rawan MERS. Karena terlalu berlarut-larut, virus yang berasal dari pria tersebut ditularkan ke orang-orang terdekatnya. Saat ini dia tengah dirawat dan diisolasi di rumah sakit Seoul.

Sumber : http://lintaspos.com

Untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita, balurkan minyak kutus ajaib di titik-titik aura Anda.

Senin, 15 Juni 2015

Beberapa Hal yang harus dilakukan jika Anda harus berpergian ke Korea Selatan



Sudah 15 orang meninggal karena terinfeksi penyakit MERS di Korea dan banyak juga yang dikarantina.

Namun belum ada pembatasan untuk berpergian ke Korea Selatan, nah untuk sahabat-sahabat yang tetap ingin berpergian ke Korea Selatan, harus lebih ekstra hati-hati dan waspada.

Untuk sahabat-sahabat yang akan berpergian ke Korea Selatan, karena urusan berbisnis, wisata, dll nya, silahkan melakukan hal-hal dibawah ini :

1. Selalu rajin untuk cuci tangan dengan sabun, karena sudah terbukti kegiatan ini akan menurunkan penularan MERS-CoV.

2. Karena MERS-CoV lebih banyak terjadi pada mereka yang berpenyakit kronik, seperti paru, jantung, hipertensi, dll, bawa juga obat-obat, sebelum berangkat ke KorSel.

3. Selama di KorSel, batasi kontak dengan mereka yang memiliki gangguan pernafasan, seperti Flu, batuk, dll, batasi untuk kunjungan ke rumah sakit di Kor Sel.

4. Selama di KorSel atau sekembalinya ke Indonesia, jika ada keluhan batuk, pilek, panas dan keluhan lainnya, segera menghubungi petugas kesehatan dan sampaikan riwayat kunjungan ke KorSel kepada petugas Kesehatan.

5. Selalu ikuti perkembangan keadaan MERS-CoV dari waktu ke waktu, kemudian ikuti rekomendasi dari pemerintah.

6. Konsumsi Vitamin yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh, juga gunakan minyak kutus kutus yang terbukti bisa meningkatkan daya tahan tubuh kita.

Selamat berpergian ke Korea Selatan, jaga kesehatan Anda.

Jumat, 12 Juni 2015

Artis Korea Pun turut mengkampanyekan hidup sehat untuk mencegah MERS

Beberapa selebriti Korea Selatan mengajak para penggemarnya untuk melindungi diri agar tak terinfeksi virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS). Mereka ramai-ramai mengenakan masker, berfoto selfie, dan mengunggah fotonya di akun media sosial masing-masing. 

Menurut International Business Times edisi Kamis, 11 Juni 2015 mengenakan masker merupakan langkah pencegahan awal sesuai rekomendasi petugas kesehatan. Kondisi pengendalian virus MERS kian memburuk dari waktu ke waktu. Ini menjadi penyebaran terbesar kedua setelah negara di Timur Tengah juga sempat terjangkit virus tersebut.
Twitter Hawon Jung tentang MERS


Akibat virus tersebut sektor pariwisata di Negeri Ginseng itu ikut terpukul. Sebanyak 20 ribu pelancong dari Tiongkok, Hong Kong, dan Taiwan telah membatalkan kunjungan mereka ke Korsel karena khawatir akan tertular virus tersebut. 

Saat ini, MERS telah menewaskan 11 orang di Korsel dan menjangkiti 126 pasien. Hampir 2.000 sekolah di seluruh Korsel ditutup dan 2.300 orang yang kemungkinan terjangkit virus telah dikarantina. Pejabat berwenang telah berhasil melacak orang pertama yang membawa virus tersebut. 

Virus itu kali pertama dibawa masuk seorang pria Korsel berusia 68 tahun ketika kembali ke Seoul, usai melakukan perjalanan ke beberapa negara di Timur Tengah. 

Untuk Meningkatkan daya tahan tubuh, balurkan minyak kutus-kutus, untuk meningkatkan daya imun anda.

Kamis, 11 Juni 2015

Pencegahan MERS dengan MInyak Kutus Kutus

Penanganan MERS-CoV

Karena masih tergolong sebagai penyakit baru, belum ada vaksin khusus yang dapat mencegah terjadinya penyakit ini. Meski begitu, pencegahan tetap dapat dilakukan dengan memperkuat imunitas tubuh Anda.
Misalnya, sebelum Anda berangkat naik haji atau melancong ke daerah Timur Tengah atau tempat-tempat lain yang sudah terjangkit penyakit ini, jaga kebugaran tubuh dengan asupan nutrisi dan istirahat yang cukup. Mengkonsumsi produk herbal yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh juga bermanfaat, seperti herbal Sarang Semut asal Papua yang sudah terbukti secara empiris dapat meningkatkan kekebalan tubuh dari serangan penyakit. Selain herbal asal Papua tersebut, Anda  juga bisa mencoba herbal lainnya, yaitu dengan membalurkan minyakkutuskutus di beberapa titik aura anda, yang juga bermanfaat untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh Anda.
Cara lain yang penting dilakukan, gunakanlah masker dan jaga sanitasi tubuh dan lingkungan tempat Anda tinggal.
Setidaknya, langkah-langkah pencegahan sederhana di atas akan membantu tubuh Anda menjalankan perannya dalam menangkal serangan virus.
Namun, bagaimana jika virus ini sudah menjangkiti tubuh Anda? Kuncinya adalah penanganan yang cepat dan tepat karena mutasi virus Corona sangat cepat, sehingga lambatnya penanganan yang diberikan akan semakin meningkatkan angka kematian akibat penyakit ini.
Hingga kini, pengobatan yang diberikan hanya difokuskan pada penanganan akan komplikasi dari penyakit ini. Tindakan isolasi dan karantina mungkin dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit MERS-CoV.
Mohon sebarkan tautan artikel ini kepada keluarga dan teman-teman Anda, agar semakin banyak orang terinformasi tentang Mers-CoV, sehingga bisa terhindar dari bahayanya.
Untuk Pencegahan, gunakan MInyak Kutus Kutus, yang terbukti efektif untuk meningkatkan daya imunitas tubuh Anda ...

Untuk informasi dan pemesanan minyak kutus kutus silahkan hubungi 08998127711 dengan JOE

Penyebaran Virus Corona


Penyebaran Virus Corona


Karena penyebarannya yang semakin meluas sejak April 2012 hingga awal tahun 2013, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan peringatan sejak Mei lalu untuk mewaspadai ancaman penyebarannya.
Belum diketahui dengan jelas asal mula virus ini menyebar, namun, beberapa peneliti menduga bahwa penyebaran virus berasal dari salah satu jenis Kelelawar yang banyak ditemukan di kawasan Timur Tengah.
Kesimpulan dicapai setelah para peneliti menemukan adanya kecocokan genetik 100 persen pada virus yang menginfeksi kelelawar jenis tersebut dengan manusia pertama yang terinfeksi.
Spekulasi lain yang terdapat di kalangan para peneliti menyebutkan bahwa selain Kelelawar, Unta juga diduga kuat berkaitan dengan asal mula dan penyebaran virus Corona, dimana ditemukan antibodi terhadap virus ini dalam tubuh hewan khas Timur Tengah itu.
Mekanisme penyebaran virus Corona dari hewan ke manusia masih diteliti sampai saat ini, meskipun ada dugaan bahwa manusia pertama yang terinfeksi mungkin pernah secara tidak sengaja menghirup debu kotoran kering Kelelawar yang terinfeksi.
Saat ini, para peneliti masih menyelidiki kemungkinan hewan lain yang menjadi mediator penularan virus Corona guna menangani meluasnya penyebaran penyakit ini, mengingat bahwa jenis virus ini dikatakan lebih mudah menular antar-manusia dengan dampak yang lebih mematikan dibandingkan SARS.



Sumber dari :https://www.deherba.com

Apa itu MERS

Apa itu MERS
Satu lagi jenis penyakit baru yang muncul dan berpotensi menjadi epidemi global, MERS-CoV. Apa itu MERS CoV? Seperti apa gejala-gejala yang ditimbulkannya? Dan, pencegahan apa saja yang dapat Anda lakukan guna menghindari penyakit ini? Meski belum ada laporan mengenai jatuhnya korban di Indonesia, MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome-Corona Virus) tetap harus diwaspadai, terutama pada Jemaah haji yang baru saja kembali dari Arab, negara asal munculnya penyakit ini.
Belakangan, penyebaran penyakit ini sudah mulai meluas sampai di Asia, tepatnya di Korea Selatan, yang juga telah menelan korban jiwa.
MERS-CoV sendiri disebabkan oleh infeksi virus Corona, salah satu jenis virus yang masih berkerabat dengan virus penyebab SARS.
Karena itu, gejalanya pun tak jauh berbeda dengan penyakit SARS, dengan indikasi utama seperti demam, bersin, dan batuk, yang akhirnya berujung pada kematian akibat beberapa komplikasi serius yang terjadi seperti Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) dengan kegagalan multiorgan, gagal ginjal, koagulopati konsumtif, dan perikarditis serta pneumonia berat.